Indonesia Untuk Perdamaian Afghanistan dan Pakistan

12 May 2018

Oleh: Ahmad Rahma Wardhana

Ada 19 ulama Afghanistan, 17 ulama Pakistan, dan 17 ulama RI hari ini berkonferensi sehari di Bogor, Indonesia, sebagai ikhtiar mewujudkan perdamaian di Afghanistan.


Afghanistan pada masa perang dingin menjadi medan tempur Amerika Serikat (US) vs Uni Soviet. US mempersenjatai dan meradikalkan sebagian umat Islam di Afghanistan dan sekitarnya untuk mencegah dominasi Uni Soviet dengan paham komunisnya.

Ketika yang diradikalkan tumbuh terlalu kuat dan balik menyerang US, yang puncaknya adalah runtuhnya menara kembar WTC, US balik memborbardir Afghanistan. Hingga saat ini, Afghanistan masih menjadi medan tempur. Tak ada perdamaian di sana.

Tahun 2013, 12 ulama dari 12 provinsi di Afghanistan dengan difasilitasi PBNU mendatangi UGM untuk belajar tentang Pancasila. Akhir Januari 2018, Presiden RI mendatangi Afghanistan, meskipun sehari sebelumnya ada bom meledak di fasilitas militer yang tidak jauh dari lokasi pertemuan Presiden RI dengan Presiden Afghanistan.

Kala itu ada momen lucu dan haru. Lucu karena Pak Teten yang kedinginan berkalungkan selimut pesawat dikira ulama besar RI karena 'bersorban besar'. Haru karena sujud syukurnya Menlu RI di pesawat kepresidenan di penghujung kunjungan.

US yang memprovokasi konflik kemudian memperburuknya, sedangkan Indonesia melalui Islamlah yang berinisiasi aktif untuk turut mengakhirinya sehingga dimulailah babak baru: perdamaian di Afghanistan. Insyaallah.

Jalan masih panjang, berliku, dan tidak mudah. Ini hanya ikhtiar awal. Semoga Allah memudahkan niat baik Indonesia kita tercinta. Aamiin.

*Sumber foto: presidenri.go.id
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang