Syaikh Abu Ubaidah, Ulama Tegal Ahli Ilmu Tauhid Internasional - Santrijagad

Syaikh Abu Ubaidah, Ulama Tegal Ahli Ilmu Tauhid Internasional

Bagikan Artikel Ini
Oleh: Ahmad Mudzoffar

Menurut Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, sosok kita satu ini adalah ulama Nusantara yang keilmuannya mendunia. Ya, beliaulah Syaikh Abu Ubaidah, perintis berdirinya Pondok Giren yang masyhur dengan pendalamannya dalam ilmu tauhid.

Aula Roudloh as-Sanusiyyah Ponpes At-Tauhidiyyah, Giren - Tegal
Kampung Giren sendiri berasal dari nama ulama yang pertama kali menetap di sana, Mbah Giri. Kebesaran nama beliau menjadikan wilayah perkampungan yang beliau diami dinamai dengan namanya. Itu merupakan salah satu bukti pengakuan ketokohan beliau di wilayah Tegal dan sekitarnya.

Termasuk pengemban keulamaan di Giren setelah Mbah Giri adalah Syaikh Abu Ubaidah. Di masa beliau inilah dimulai pengembangan keagamaan dengan mendirikan masjid. Masjid yang beliau dirikan di kampung Giren sekarang dikenal dengan nama Masjid al Ubaidiyyah.

Sebagaimana Rasulullah s.a.w., Syaikh Abu Ubaidah juga menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam. Berawal dari santri yang mengikuti pengajian di Masjid al Ubaidiyyah kemudian berdirilah pondok pesantren yang kemudian diberi nama 'At-Tauhidiyyah', nama yang sesuai dengan keilmuan yang masyhur pada Syaikh Abu Ubaidah yaitu ilmu tauhid.

Termasuk guru dari Syaikh Abu Ubaidah adalah Mbah Anwar, Lemahduwur, Tegal yang masyhur di Hijaz sebagai ‘Hikam Jawa’ karena pendalaman pengamalannya akan kitab karya Imam Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary itu. Guru beliau yang lain adalah Syaikh Ubaidillah, Dresmo, Surabaya. Dari guru yang satu inilah Syaikh Abu Ubaidah mendalami ilmu tauhid sampai kemudian mahir dan menjadi pakar ilmu tauhid. Kemahirannya itu terbukti hingga ketika beliau bermukim di Makkah al Mukaromah, beliau mendapat julukan sebagai Asy’ari Hadzal Ahsr, Imam Asy’ari di zamannya. (Imam Abul Hasan Ali al Asy'ari adalah pakar ilmu tauhid pendiri madzhab Asy’ariyyah yang merupakan madzhab Ahlussunah wal Jama’ah dalam ilmu Ushuluddin; red.)

Beberapa tahun dihabiskan Syaikh Abu Ubaidah di kota Makkah al Mukaromah untuk belajar dan mengajar di sana. Setelah dirasa cukup, beliau memutuskan untuk kembali ke Nusantara untuk membimbing muslimin di Jawa mengkaji ilmu tauhid. Beliau memiliki harapan muslimin di Jawa bisa memahami ilmu tauhid sesuai dengan yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w..

Dalam rencananya kembali ke Nusantara beberapa ulama Hijaz memintanya untuk berkenan mampir ke Pakistan untuk mengajarkan ilmu tauhid terlebih dahulu di sana. Beliau menurutinya. Dalam perjalanannya beliau mampir di Pakistan dan mengajar ilmu tauhid di sana. Hal itu beliau lakukan selama beberapa tahun di Pakistan. Setelah itu beliau melanjutkan perjalanan kembali ke Jawa dan menuju Giren, kampung halamannya.

Awal sampai di Giren, Syaikh Abu Ubaidah langsung mengajar ilmu tauhid kepada para tetangga dan orang-orang kampung di sekitarnya. Dengan kharisma yang dimilikinya warga kampung sangat antusias dengan pengajian yang diadakan oleh beliau. Semakin hari orang-orang yang datang mengaji semakin banyak.

Setelah geliat kesemangatan mengaji terasa kuat, Syaikh Abu Ubaidah mulai merintis pembangunan masjid. Pengajianpun perlahan dipindahkan ke masjid. Dari pengajian yang diadakan di masjid nampak santri-santri dari jauh mulai berdatangan. Dari situ Syaikh Abu Ubaidah mulai perintisan pembangunan pondok pesantren. Setelah berdiri, beliau menamai pesantrennya dengan nama Pondok Pesantren At-Tauhidiyyah. Dan hingga sekarang pesantren itu masih berdiri dan masih mengajarkan ilmu tauhid secara intensif di bawah asuhan para cucu Syaikh Abu Ubaidah, yakni KH. Ahmad Sa'idi dan KH. Muhammad Hasani.

Syaikh Abu Ubaidah lahir di Giren sekitar tahun 1840-an dan wafat pada Selasa, 9 Nopember 1941, bertepatan dengan tanggal 15 Jumadil Tsani 1357. Nah, pada hari Rabu depan, 15 Jumadil Tsani 1440, 19 Februari 2019 adalah haul kewafatan beliau yang ke-83. Semoga kita bisa hadir dalam peringatan haul beliau yang akan diisi dengan pengajian umum, bertempat di pemakaman umum Giren. []

No comments:

Post a comment